jika Anda ingin menghapus artikel dari situs, hubungi kami dari atas.

    air yang ada di permukaan bumi akan mengalami penguapan saat terkena sinar matahari membentuk awan. penguapan air juga terjadi pada daun tumbuhan. selanjutnya awan tersebut akan mengalami kondensasi dan turun ke bumi dalam bentuk hujan yang disebut dengan…

    Muhammad

    Guys, ada yang tau jawabannya?

    dapatkan air yang ada di permukaan bumi akan mengalami penguapan saat terkena sinar matahari membentuk awan. penguapan air juga terjadi pada daun tumbuhan. selanjutnya awan tersebut akan mengalami kondensasi dan turun ke bumi dalam bentuk hujan yang disebut dengan… dari situs web ini.

    Gambar Siklus Air dan Penjelasannya: Tahapan serta Urutan

    Proses daur air bisa dipengaruhi cahaya matahari, suhu udara, arah angin, dan kelembapan udara.

    Gambar Siklus Air dan Penjelasannya: Tahapan serta Urutan

    (Ilustrasi) Gambar Siklus Air atau Siklus Hidrologi. foto/Istockphoto

    Kontributor: Nika Halida Hashina, tirto.id - 19 Sep 2021 11:40 WIB

    Dibaca Normal 2 menit

    tirto.id - Siklus air adalah rangkaian atau tahapan yang dilalui oleh air dari bumi, ke atmosfer, dan kembali lagi ke bumi.

    Konsep mengenai daur air erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Menurut buku Mengenal Alam Sekitar daur air adalah perputaran air yang terjadi di alam.

    Proses singkat daur air, yaitu ketika air laut (evaporasi) atau tumbuhan (transpirasi) terkena panas matahari, akan terjadi penguapan. Proses itu kemudian membentuk awan.

    Setelah itu, awan ditiup oleh angin hingga berkumpul di atmosfer. Semakin naik ke atas, suhu awan semakin dingin. Awan yang suhunya dingin ini berkondensasi menjadi titik-titik air.

    Kondensasi adalah perubahan uap air atau benda gas menjadi benda cair pada saat suhu udara di bawah titik embun.

    Selanjutnya, akibat serangkaian proses tadi, air hujan turun ke bumi (presipitasi) dan meresap ke dalam tanah (infiltrasi). Rangkaian proses itu terjadi secara berulang dan menjadi siklus teratur.

    Gambar Siklus Air

    Siklus hidrologi atau siklus air adalah rangkaian atau tahapan yang dilalui oleh air dari bumi, ke atmosfer, dan kembali lagi ke bumi. Siklus air tidak pernah berhenti dari atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.

    Artinya, air yang ada di bumi menguap, jadi awan, terus turun lagi sebagai hujan atau embun. Hal itulah yang menyebabkan volume air di bumi itu relatif sama dari tahun ke tahun. Hal ini terjadi terus menerus, mengikuti tahapan dalam siklusnya.

    Tahapan dan Urutan Siklus Air

    Jika diperinci tahapan proses siklus air bisa dibagi dalam empat bagian. Keempatnya ialah sebagai berikut:

    Evaporasi: proses di mana air yang ada di laut, rawa, sungai dan lainnya menguap karena adanya pemanasan dari sinar matahari. Dalam hal ini, air diubah menjadi uap air atau gas, sehingga bisa naik ke atmosfer.

    Transpirasi: proses ini serupa dengan evaporasi, hanya saja proses penguapan ini terjadi pada jaringan makhluk hidup, seperti tumbuh-tumbuhan.

    Kondensasi: proses di mana berubahnya uap air di atmosfer menjadi partikel es yang sangat kecil di suhu yang rendah. Partikel es tersebut saling mendekat satu sama lain, sehingga akan menggumpal sebagai awan.

    Presipitasi: ketika terlalu banyak air yang terkondensasi maka tetesan air di awan akan menjadi besar dan berat untuk menahan di udara sehingga jatuh sebagai hujan, salju atau hujan es.

    Infiltrasi: singakatnya adalah proses meresapnya air ke dalam tanah. Infiltrasi jadi salah satu faktor dalam siklus hidrologi yang memainkan peranan penting dalam mendistribusikan air hujan sehingga sangat berpengaruh terhadap limpasan permukaan, banjir, erosi, ketersediaan air untuk tanaman, air bawah tanah dan ketersediaan air untuk irigasi di musim kemarau. Infiltrasi secara umum dipengaruhi oleh berbagai sifat tanah dan vegetasi.

    Beberapa faktor yang berpengaruh pada kelangsungan daur air adalah cahaya matahari, suhu udara, arah angin, dan kelembapan udara.

    Lalu, mengapa intensitas hujan di setiap wilayah di dunia berbeda-beda?

    Pada daerah gurun pasir hujan sangat jarang terjadi, sehingga jumlah air sedikit. Hal ini terjadi karena resapan yang diterima pada daerah tersebut sedikit dan iklim cenderung panas. Adapun di daerah hujan tropis, hujan dapat berlangsung sepanjang tahun, maka banyak air yang diserap.

    Daur air merupakan proses yang terus-menerus terjadi setelah ada lautan di bumi. Jika manusia senantiasa menjaga keseimbangan alam maka air tidak akan pernah habis karena kelangsungan daur air juga terkait dengan iklim.

    Aktivitas yang Merusak Siklus Air

    Maka itu, manusia perlu melakukan upaya-upaya untuk mengurangi perbuatan yang merugikan alam. Berikut adalah kegiatan-kegiatan manusia yang dapat berpengaruh buruk terhadap daur air.

    1. Merusak alam

    Manusia sering kali merasa berkuasa terhadap alam sehingga mengekploitasinya dengan semena-mena. Misalnya, penebangan hutan berlangsung terus-menerus dan berdampak buruk terhadap kelangsungan daur air karena area resapan air yang berkurang. Selain itu, pencemaran air. Air sungai atau laut yang tercemar akan berdampak buruk bagi siklus air.

    Pencemaran udara juga dapat berdampak pada daur air. Air hujan yang turun ke bumi dan meresap ke tanah dan mengandung asam, dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Efek hujan asam dipengaruhi oleh gas-gas di atmosfer. Gas-gas lain yang menjadi polutan juga dapat menghambat proses evaporasi atau penguapan pada daur air.

    2. Pembangunan yang berlebihan

    Banyaknya bangunan dan jalan beraspal menyebabkan berkurangnya area resapan air yang dapat mengganggu kelangsungan daur air. Maka itu, perlu ada usaha-usaha untuk menyeimbangkan daur air. Contohnya pembuatan bak-bak resapan air, waduk, bendungan, saluran air, dan wilayah resapan air yang ditumbuhi pepohonan.

    sumber : tirto.id

    Evaporasi Adalah Perubahan Siklus Hidrologi, Ini Proses dan Penjelasannya

    Evaporasi adalah perubahan siklus hidrologi. Simak proses dan penjelasannya lewat artikel ini!

    Evaporasi Adalah Perubahan Siklus Hidrologi, Ini Proses dan Penjelasannya

    oleh Tim Editorial Rumah.com

    terakhir diperbarui 12 May 2022 ‚ÄĘ 8 menit membaca

    Pemilik Rumah

    RumahCom ‚Äď Evaporasi adalah salah satu tahapan siklus hidrologi, yang dilalui oleh air dari bumi, ke atmosfer, dan kembali lagi ke bumi. Penguapan atau evaporasi adalah bagian esensial dari siklus air. Uap air di udara akan berkumpul menjadi awan.

    Evaporasi adalah proses di mana air yang ada di laut, rawa, sungai dan lainnya menguap karena adanya pemanasan dari sinar matahari. Dalam hal ini, air diubah menjadi uap air atau gas, sehingga bisa naik ke atmosfer. Untuk lebih jelasnya, maka artikel ini akan membahas mengenai.

    Jenis-jenis Proses Hidrologi

    Faktor yang Mempengaruhi Proses Evaporasi

    Evaporasi dan Siklus Air

    Energi panas yang dimiliki oleh matahari membuat air yang berada di laut, sungai,danau, dan sumber air di permukaan bumi lainnya mengalami proses evaporasi atau yang biasa dikenal dengan penguapan. Mau punya rumah di kawasan yang sejuk, tidak panas? Cek pilihan rumahnya di kawasan Gading Serpong dengan harga di bawah Rp1 M di sini!

    Kondensasi Adalah Pengembunan, Ketahui Proses, Penyebab dan Bentuk Kondensasi

    Kenali proses kondensasi serta penyebabnya, selengkapnya di sini!

    Jenis-jenis Proses Hidrologi

    Proses siklus hidrologi dapat berjalan secara kontinu. (Foto: WordPress)

    Siklus hidrologi merupakan suatu sirkulasi air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi, dan transpirasi. Proses siklus hidrologi dapat berjalan secara kontinu disebabkan oleh sinar matahari. Dimana air menguap, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es, hujan gerimis atau kabut.

    Setelah itu menuju bumi dengan air dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Siklus hidrologi berperan sebagai penyimpan ketersediaan air terjaga, mengatur suhu lingkungan, menjaga cuaca hujan, dan menjaga keseimbangan ekosistem bumi.

    Siklus hidrologi ini berinteraksi dengan beberapa komponen, yaitu hujan, aliran batang dan tetesan daun, infiltrasi aliran bawah permukaan, absorpsi oleh tanaman, aliran permukaan, evaporasi, dan transpirasi. Berikut 9 tahapan siklus hidrologi yang perlu Anda ketahui:

    1. Evaporasi

    Evaporasi merupakan tahapan penguapan permukaan tanah yang terjadi di danau, sungai, laut, sawah, bendungan, dan waduk. Evaporasi ini bertujuan untuk mengubah air berwujud cair menjadi air yang berwujud gas sehingga memungkinkan naik ke atas atmosfer.

    Semakin tinggi panas matahari, jumlah air yang menjadi uap air dan naik ke atmosfer juga akan semakin besar. Evaporasi atau penguapan merupakan sebagai sebuah proses pertukaran molekul air di permukaan menjadi molekul uap air di atmosfer. Evaporasi juga merupakan penguapan yang terjadi melalui peranan tanaman.

    Proses evaporasi dibagi atas dua kejadian yang berkesinambungan, adalah interface evaporation dan vertical vapor transfer.

    Interface evaporation merupakan transformasi air menjadi uap air di permukaan.

    Vertical vapor transfer merupakan proses pemindahan lapisan udara yang kenyang uap air dari proses interface evaporation.

    2. Transpirasi

    Transpirasi merupakan tahapan penguapan air yang berlangsung di jaringan makhluk hidup. Tahapan ini bertujuan untuk mengubah air berwujud cair dalam jaringan makhluk hidup menjadi uap air dan membawanya naik ke atmosfer. Tahapan ini memiliki jumlah air menjadi uap lebih sedikit dari tahapan evaporasi.

    Transpirasi merupakan penguapan atau hilangnya uap air dari permukaan tumbuhan. Pada proses ini, tumbuhan mengeluarkan uap H2O dan CO2 pada siang hari yang panas. Transpirasi berlangsung melalui pori-pori daun yang berhubungan dengan udara luar.

    3. Evapotranspirasi

    Evapotranspirasi adalah evaporasi dari permukaan lahan yang ditumbuhi tanaman, yang merupakan perpaduan dari tahapan evaporasi dan transpirasi. Tahapan ini sangat mempengaruhi jumlah uap air yang terangkut ke atmosfer.

    Evapotranspirasi menjadi unsur yang penting dalam sebuah siklus hidrologi, dimana nilainya sama dengan kebutuhan air konsumtif yang diartikan sebagai penguapan total dari lahan dan air yang diperlukan tanaman.

    4. Sublimasi

    Sublimasi merupakan tahapan perubahan es di kutub menjadi uap air tanpa melalui fase cair terlebih dahulu. Tahapan ini bersifat sangat lambat. Walaupun sedikit tetapi akan tetap berkontribusi terhadap jumlah uap air yang terangkut ke atas atmosfer bumi melalui siklus hidrologi panjang.

    5. Kondensasi

    Kondensasi merupakan tahapan perubahan wujud air menjadi partikel-partikel es yang berukuran kecil akibat adanya pengaruh suhu udara yang sangat rendah pada ketinggian tertentu. Semakin banyak partikel es yang bergabung, maka awan yang terbentuk akan semakin tebal dan hitam.

    sumber : www.rumah.com

    Tahapan Siklus Hidrologi Halaman all

    Ada beberapa istilah dalam siklus hidrologi. Contohnya transpirasi, evaporasi, infiltrasi, adveksi, sublimasi, run off, perkolasi, dan kondensasi. Halaman all

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Kompas.com Skola

    Tahapan Siklus Hidrologi

    Kompas.com - 15/04/2020, 06:00 WIB

    2

    Lihat Foto

    Siklus hidrologi(Encyclopaedia Britannica)

    Cari soal sekolah lainnya

    Penulis Nibras Nada Nailufar | Editor Nibras Nada Nailufar

    KOMPAS.com - Air yang menjadi sumber kehidupan di bumi, mengalami perubahan sepanjang waktu.

    Air melewati beberapa proses dan tahapan, lalu kembali lagi ke bentuk semula. Proses itu dikenal sebagai siklus hidrologi.

    Siklus hidrologi terdiri dari beberapa tahapan. Dikutip dari Mengenal Hidrosfer (2016), berikut tahapan siklus hidrologi:

    Transpirasi

    Transpirasi adalah penguapan atau hilangnya uap air dari permukaan tumbuhan.

    Pada proses ini, tumbuhan mengeluarkan uap H2O dan CO2 pada siang hari yang panas. Transpirasi berlangsung melalui pori-pori daun yang berhubungan dengan udara luar.

    Faktor yang memengaruhi transpirasi antara lain bentuk disik daun, sinar matahari, temperatur udara, kelembapan udara, angin, dan keadaan air tanah.

    Baca juga: Siklus Air: Pendek, Sedang, dan Panjang

    Intersepsi

    Intersepsi adalah proses tertahannya air hujan pada permukaan tanaman yang kemudian diuapkan kembali ke atmosfer.

    Air hujan yang jatuh di atas tanaman tidak langsung sampai ke permukaan tanah. Air ditampung dulu oleh tajuk atau kanopi, batang, dan cabang tanaman.

    Akibatnya, ada air hujan yang tidak pernah sampai ke tanah. Air langsung menguap setelah terkena sinar matahari. Air itu disebut air intersepsi.

    Run off

    Kebalikan dari air intersepsi adalah air run off. Run off adalah pergerakan aliran air di permukaan tanah melalui sungai dan anak sungai.

    Baca juga: Pengertian dan Jenis-jenis Sungai

    Lihat Foto

    Siklus air(US National Oceanic and Atmospheric Administration)

    Evaporasi

    Evaporasi adalah proses penguapan air dari tubuh perairan. Tubuh perairan di bumi ada perairan darat seperti sungai, danau, dan rawa, serta perairan laut (asin).

    Proses evaporasi sangat dipengaruhi faktor iklim seperti radiasi matahari, temperatur udara, kelembapan udaran, dan kecepatan angin.

    Evapotranspirasi

    Evapotranspirasi adalah penguapan air yang dihasilkan dari proses transpirasi dan evaporasi.

    Dua proses ini merupakan salah satu komponen penting dalam siklus hidrologi karena mampu mengurangi simpanan air di dalam tubuh air, tanah, dan tanaman.

    Baca juga: Memahami Proses dan Reaksi Kimia Fotosintesis

    Sublimasi

    Sublimasi adalah proses perubahan es di kutub menjadi uap air. Es yang ada di kutub menjadi uap tanpa melalui proses pencairan terlebih dahulu.

    Infiltrasi

    Infiltrasi adalah proses peresapan air ke dalam tanah.

    Ketika air hujan menyentuh permukaan tanah, sebagian atau seluruh air hujan masuk ke dalam tanah melalui pori-pori permukaan tanah.

    Proses peresapan air hujan ke dalam tanah ini disebabkan oleh gaya gravitasi dan gaya kapiler.

    Baca juga: Air Tanah: Pengertian, Proses, dan Manfaatnya

    Lihat Foto

    Ilustrasi hujan orografis(Lantash)

    Perkolasi

    Perkolasi adalah tahap selanjutnya setelah infiltrasi.

    Dalam tahap ini, air yang diserap melalui pori-pori tanah, bergerak secara vertikal maupun horizontal menuju muka air tanah.

    Kondensasi

    Kondensasi adalah proses perubahan wujud zat dari gas (uap air) menjadi cair. Kondensasi juga berarti pengembunan.

    Dalam kondensasi, molekul-molekul air yang berbentuk uap membesar dan menyatu membentuk butir-butir air dan menjadi awan.

    Baca juga: Awan: Pengertian, Jenis, dan Proses Terbentuknya

    Adveksi

    Adveksi adalah transportasi air pada gerakan horizontal seperti transportasi panas dan uap air oleh gerakan udara mendatar dari satu lokasi ke lokasi yang lain.

    Pada proses adveksi, awan berpindah dari satu titik ke titik lain karena didorong angin atau perbedaan tekanan udara.

    Presipitasi

    Presipitasi adalah hujan yang turun dari atmosfer ke permukaan bumi dalam bentuk titik-titik air atau salju.

    Presipitasi terjadi ketika awan sudah tidak mampu menahan massa air yang dikandungnya. Awan kemudian menurunkan air hujan.

    Baca juga: Proses Terjadinya Hujan

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    2 Tag siklus air siklus hidrologi istilah hidrologi transpirasi evaporasi infiltrasi sublimasi kondensasi presipitasi

    materi geografi kelas 10

    Lihat Skola Selengkapnya

    Pemprov DKI Pastikan Ketersediaan Air Bersih bagi Warga Jakarta

    Kebanyakan Minum Air Juga Berbahaya, Ketahui Tandanya

    sumber : www.kompas.com

    Apakah Anda ingin melihat jawaban atau lebih?
    Muhammad 17 day ago
    4

    Guys, ada yang tau jawabannya?

    Klik untuk menjawab