jika Anda ingin menghapus artikel dari situs, hubungi kami dari atas.

    jika seorang perempuan hamil di luar nikah dan tak ada seorang pun lelaki yang mau menikahi, kemudian dia melahirkan seorang anak, maka nasab anak tersebut mengikuti

    Muhammad

    Guys, ada yang tau jawabannya?

    dapatkan jika seorang perempuan hamil di luar nikah dan tak ada seorang pun lelaki yang mau menikahi, kemudian dia melahirkan seorang anak, maka nasab anak tersebut mengikuti dari situs web ini.

    HAMIL DI LUAR NIKAH DAN STATUS NASAB ANAKNYA

    HAMIL DI LUAR NIKAH DAN STATUS NASAB ANAKNYA

    HAMIL DI LUAR NIKAH DAN STATUS NASAB ANAKNYA (Studi Komperatif antara Pendapat Imam Syafi’i dan Imam Ahmad Bin Hambal)

    Asman Asman Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

    DOI: https://doi.org/10.37567/shar-e.v6i1.9

    Keywords: Hamil di Luar Nikah, nasab, anak, Imam Syafi'I, Imam Ahmad

    Abstract

    Imam Syafi’i berpendapat bahwa perkawinan akibat hamil diluar nikah adalah sah, perkawinan boleh dilangsungkan ketika seorang wanita dalam keadaan hamil. Baik perkawinan itu dilakuan dengan laki-laki yang menghamilinya ataupun dengan laki-laki yang bukan menghamilinya. Argumen Imam Syafi’i tentang kebolehan perkawinan tersebut adalah karena wanita tersebut bukanlah termasuk golongan wanita yang haram untuk dinikahi. Bayi yang lahir akibat hubungan diluar nikah nasabnya kembali kepadanya. Sedangkan menurut Imam Ahmad Bin Hambal berpendapat bahwa   perkawinan hamil di luar nikah dilakukan dengan laki-laki yang menghamilinya tidak boleh. Sedangkan perkawinan hamil di luar nikah dengan laki-laki yang bukan menghamilinya itu haram hukumnya. Dari pendapat dua tokoh ulama tersebut ada perbedaan pendapat sehingga menarik untuk dibahas. Jenis penelitian ini adalah library research, penelitian yang digunakan penelitian normatif, yaitu penelitian yang diarahkan dan difokuskan terhadap penelitian bahan-bahan pustaka. Fokus kajian ini adalah bagaimana pendapat Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hambal tentang hamil di luar nikah dan status nasab anak. Dari fokus kajian menyimpulkan bahwa setiap mazhab khusus mazhab Imam Syafi’i yang digunakan di Indonesia, sepakat bahwa batas minimal kehamilan adalah enam bulan, apabila seorang wanita dan laki-laki kawin lalu melahirkan seorang anak dalam keadaan hidup dan sempurna bentuknya sebelum enam bulan, maka anak tersebut tidak bisa dikaitkan dengan nasab atas nama suaminya.

    References

    Aladin, Pernikahan Hamil di luar Nikah dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam dan Fiqih Islam di Kantor Urusan Agama (Studi Kasus di Kota Kupang). Jurnal Masalah-Masalah Hukum, Jilid 46 No. 3, Juli 2017. Online https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mmh/article/view/15057.

    Asman, Pernikahan di Bawah Umur Akibat Hamil di Luar Nikah dan Dampak Psikologi pada Anak di Desa Makrampai Kalimantan Barat, al-Istinbath : Jurnal Hukum Islam Vol. 4, No. 1, 2019. Online https://journal.staincurup.ac.id/index.php/alistinbath/article/view/784.

    Ayyub, Hasan, Syaikh. Fikih Keluarga. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2001.

    .

    Azizi, Abdul. Al-Ahwal asy-Syakhsiyyah fi Asy-Syari’ah al-islamiyyah. Terjemah Amir. Surabaya: Darul Hikmah, 2010.

    Basri, Hasan. Kompilasi Hukum Islam dan Peradilan Agama dalam Sistem Hukum Nasional. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999.

    Bugha, Mustafa. Fikih Islam Lengkap Penjelasan Hukum-Hukum Islam Madzhab Syafi’i. Surakarta: Media Zikir, 2010.

    Dahlan, Aziz, Abdul. Ensiklopedia Hukum Islam. Makassar: Ictiar Baru Van Hoeven, 2013.

    Dedi, Perkawinan Wanita Hamil Karena Zina, Jurnal al-Afkar, Vol. 4, No. 1, Juli 2019. Online https://al-afkar.com/index.php/Afkar_Journal/article/view/60.

    https://pontianak.tribunnews.com/2019/03/18/pernikahan-dini-di-kalbar-masuk-5-besar-indonesia-dua-kabupaten-wilayah-pesisir-paling-tinggi?page=all. Diakses pada tanggal 29 Oktober 2019.

    Mahli, Mudjab, Ahmad. Wahai Pemuda Menikahlah. Yogjakarta: Menara Kudus, 2002.

    Mamidiy, Muammal. Halal dan Haram dalam Islam. Surabaya: PT Bina Ilmu, 2003.

    Mughniyah, Jawad, Muhammad. Kitab al-Fiqh al-Mahzahib al-Kamzah. Jakarta, 2007.

    Muhajir, Noeng. Metode Penelitian Kuantitatif. Yogjakarta: Rake Sarasin, 2000.

    Muhammad, Allamah. Fikih Empat Mazhab. Bandung: Hasyimi, 2011.

    Nilhakim, Kontroversi Status Perwalian Anak Luar Nikah Terhadap Fenomena Married by Accident dalam Hukum Islam di Indonesia, Shar-E : Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Vol. 5 No. 2, Juli 2019. Online http://ojs.iaisambas.ac.id/index.php/shar-e/article/view/102.

    Rafeldi, Mediya. Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan, Wakaf dan Penyelenggaraan Haji. Jakarta: ALIKA, 2016.

    Samin, Sabri. Fikih II. Makasar:Alauddin Perss, 2010.

    Shiddieqy, Asbi Muhammad, Tengku. Hukum-Hukum Fiqh Islam. Semarang: PT Pustaka Riski Putra, 1997.

    Tamimi, Faiz Hamil, Abdul Wahid. Hamil di luar Nikah. Bandung: Gema Ilmu, 2018.

    Tihami. Fikih Munakahat kajian Fikih Nikah Lengkap. Jakarta: Rajawalipers, 2014.

    Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Cet. 1, Surabaya: Sinarsindo Utama, 2015.

    PDF Published 2020-04-30 How to Cite

    Asman, A. (2020). HAMIL DI LUAR NIKAH DAN STATUS NASAB ANAKNYA: (Studi Komperatif antara Pendapat Imam Syafi’i dan Imam Ahmad Bin Hambal). , (1), 1-16. https://doi.org/10.37567/shar-e.v6i1.9

    ACM ACS APA ABNT Chicago Harvard IEEE MLA Turabian Vancouver Download Citation

    Endnote/Zotero/Mendeley (RIS)

    BibTeX Issue

    Vol. 6 No. 1 (2020): Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah

    Section Articles

    sumber : journal.iaisambas.ac.id

    Status Nasab Anak Luar Nikah dan Warisannya Oleh : Abd. Latif, S.H., M.H.

    STATUS NASAB ANAK LUAR NIKAH DAN WARISANNYA DITINJAU MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN HUKUM ISLAM Oleh : Abd. Latif, S.H., M.H. ( Panitera Pengganti Mahkamah Syar’iyah Aceh) Email: [email protected]   Abstrak Dalam hukum Fiqih,

    Dipublikasikan oleh Iwan Kartiwan pada on 02 April 2013. Dilihat: 47353

    STATUS NASAB ANAK LUAR NIKAH DAN WARISANNYA DITINJAU MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN HUKUM ISLAM

    Oleh : Abd. Latif, S.H., M.H.

    ( Panitera Pengganti Mahkamah Syar’iyah Aceh)

    Email: [email protected]

    Abstrak

    Dalam hukum Fiqih, ketentuan nasab menjadi salah satu alasan untuk saling mewarisi.  Anak yang tidak memiliki status yang jelas akan bermasalah dalam kewarisan.  Dalam masyarakat, anak yang tidak jelas status nasab disebut “anak zina”. Asal-usul anak merupakan dasar untuk menunjukkan adanya hubungan kemahraman (nasab) dengan ayahnya.  Demikianlah yang diyakini dalam berbagai kitab Figh.  Pasal 100 Kompilasi Hukum Islam, yang menyebutkan bahwa : Anak yang lahir di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan nasab dengan ibunya dan keluarga ibunya.  Berkaitan dengan hal ini dalam Pasal 186 Kompilasi Hukum Islam menyatakan : “Anak yang lahir di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan saling mewarisi dengan ibunya dan keluarga dari pihak ibunya”.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dan status nasab anak luar nikah dan untuk mengungkap status anak yang lahir di luar nikah dalam kaitannya dengan hak memperoleh warisan, wali dan nafkah dengan lelaki yang menyebabkan kelahirannya, baik menurut Peraturan Perundang-undangan maupun menurut Hukum Islam.

    Penelitian ini menggunakan metode penelitian Preskriptif dengan pendekatan yuridis normatif, yang bertujuan untuk memaparkan/melukiskan keadaan obyek atau peristiwanya sekaligus menganalisis status nasab anak luar nikah dan warisannya menurut perundang-undang dan  hukum Islam.

    Nasab merupakan pengakuan syara’ bagi hubungan seorang anak dengan garis keturunan ayahnya, yang saling menimbulkan hak dan kewajiban.  Status anak di luar nikah yakni anak yang dibuahi dan dilahirkan di luar perkawinan yang sah, menurut Hukum Islam disamakan dengan anak zina dan anak li’an.

    Dengan demikian, agar adanya harmonisasi  di dalam penerapannya dan demi kemaslahatan umum, maka materi ajaran yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadist, dapat menjadi serapan dalam pembentukan Hukum Nasional.

    Kata kunci : Status Nasab Anak Luar Nikah

    selengkapnya KLIK DISINI

    .

    Badilag ArabicBadilag English

    Login Pengguna

    Panduan Teleconference

    TAUTAN WEB

    Mahkamah Agung RI

    Badan Pengawasan MA-RI

    Badan Urusan Administrasi

    Direktori Putusan MA-RI

    Kepaniteraan MA-RI

    Badan Peradilan Umum

    BADIMILTUN

    Balitbangdiklatkumdil

    JDIH Mahkamah Agung

    LIPIA

    LAPOR!

    Statistik

    Hari ini Minggu ini Bulan ini Total 10469 167382 93575 25887372

    Online (1 minutes ago):9

    9 guests no members

    Sosial Media

    @badilagmari@DitjenBadilag@ditjen.badilagBadilag Media

    sumber : badilag.mahkamahagung.go.id

    Pengadilan agama surakarta

    Pengadilan Agama Surakarta, Solo, Surakarta, Pengadilan Agama, PTA Semarang, Badilag.

    ANDA MEMASUKI WILAYAH ZONA INTEGRITAS

    LAYANAN DIGITAL PENGADILAN AGAMA

    Klik di Sini

    PENUHI HAK ANDA

    SISTEM INFORMASI PENGAWASAN

    Selengkapnya

    E-COURT MAHKAMAH AGUNG RI

    Selengkapnya

    LAYANAN DAN PROSEDUR BERPERKARA DI PERADILAN AGAMA UNTUK DISABILITAS

    Lihat Video

    ADIPASKA

    Lihat Video

    ------------------------------ INOVASI UNGGULAN PENGADILAN AGAMA SURAKARTA -------------------------

    Layanan Digital Pengadilan Agama Surakarta, mencari informasi perkara secara mandiri

    Pembayaran panjar biaya perkara via fasilitas non tunai

    Asisten digital Pengadilan Agama, memberikan informasi via Whatsapp

    Aplikasi yang menyediakan informasi validasi Akta Cerai

    Inovasi kerjasama dengan DUKCAPIL terkait data kependudukan para pihak

    Aplikasi bankdata satker tempat menyimpan data keperkaraan dan kesekretariatan

    Melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), anda akan mengetahui tahapan, status dan riwayat perkara.

    Pengadilan Agama memberikan kemudahan akses informasi jadwal sidang untuk para pihak yang sedang berperkara serta menampilkan status persidangan yang sedang berlangsung.

    Informasi Panggilan Delegasi, Bantuan Panggilan / Pemberitahuan Antar Pengadilan

    Estimasi panjar biaya yang dibayar oleh pihak yang berperkara dalam proses penyelesaian suatu perkara.

    Layanan Pendaftaran Perkara, Taksiran Panjar Biaya Perkara, Pembayaran dan Pemanggilan yang dilakukan Secara Online.

    SIWAS adalah aplikasi pengaduan yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

    Selamat Datang di Website Pengadilan Agama Surakarta | Media Informasi dan Transparansi Peradilan | Budaya Kerja | 5 RIN (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin, Indah dan Nyaman) 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun).

    Telusuri proses penyelesaian perkara Anda 

    Cetak

    Wali Nikah dan Hak Kewarisan Anak Luar Nikah dalam Perspektif Hukum Islam

    Ditulis oleh pengadilan agama surakarta.

    Fenomena hamil di luar pernikahan (non marital) beberapa tahun terakhir semakin meningkat. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya antara lain: karena faktor pergaulan bebas yang semakin marak terjadi, perselingkuhan/perzinahan dan kasus-kasus perkosaan yang terjadi. Dampak yang timbul tentunya bukan sekedar pelanggaran batas-batas normal susila, akan tetapi juga kehamilan yang akan dialami oleh pihak wanita. Begitu juga dengan korban kasus perkosaan bukan hanya aib yang ditanggung, tetapi derita mengandung beban psikis seumur hidup dan hilangnya beberapa kesempatan akibat aib diperkosa. Tentunya hal tersebut akan menimbulkan dampak yang harus ditanggung sendiri oleh pihak wanita yaitu trauma psikis untuk korban pemerkosaan dan kehamilan yang tidak diharapkan untuk kedua kasus tersebut.

    Beberapa kasus, pihak wanita lebih memilih untuk menggugurkan kandungannya dari pada ia harus menanggung perasaan malu baik di hadapan orang tua nya maupun di hadapan masyarakat umum. Akan tetapi tidak sedikit juga yang memilih untuk mempertahankan kehamilan tersebut meskipun tidak ia harapkan dengan dalih ia tidak ingin membunuh janin yang tidak bersalah dan tidak ingin semakin menambah dosa baginya, cara melalui menggugurkan janin adalah tindakan yang tidak berperikemanusiaan, karena upaya tersebut tidak berdasarkan alasan yang dapat dibenarkan menurut hukum.

    Kehamilan di luar nikah akan melahirkan fenomena hukum, lantas bagaimana untuk status anak tersebut? Karena kita ketahui ia hanya memiliki seorang ibu dan terlahir tanpa seorang ayah. Padahal anak yang sah adalah anak yang lahir akibat perkawinan yang sah (vide Pasal 42 Undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974). Kemudian, ketika ia besar nanti, apabila anak tersebut berjenis kelamin perempuan, siapakah yang berhak menjadi walinya ketika ia menikah? Bagaimanakah hak kewarisan dari anak luar nikah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang perlu jawaban di kemudian hari.

    sumber : www.pa-surakarta.go.id

    Apakah Anda ingin melihat jawaban atau lebih?
    Muhammad 24 day ago
    4

    Guys, ada yang tau jawabannya?

    Klik untuk menjawab