jika Anda ingin menghapus artikel dari situs, hubungi kami dari atas.

    kebiasaan perilaku dan nilai-nilai luhur yang masih berlaku di kehidupan masyarakat sekitar disebut

    Muhammad

    Guys, ada yang tau jawabannya?

    dapatkan kebiasaan perilaku dan nilai-nilai luhur yang masih berlaku di kehidupan masyarakat sekitar disebut dari situs web ini.

    Memaknai Kembali Kearifan Lokal Dalam Kehidupan Sehari

    Website Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI

    Kanwil DJKN Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara > Artikel

    Memaknai Kembali Kearifan Lokal Dalam Kehidupan Sehari-hari

    Abd. Choliq

    Minggu, 03 Mei 2020   |   97016 kali

    Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Dalam bahasa asing sering juga dikonsentrasikan sebagai kebijakan setempat atau pengetahuan setempat atau kecerdasan setempat Sains modern dianggap memanipulasi alam dan kebudayaan dengan mengobyektifkan semua kehidupan alamiah dan batiniah dengan akibat hilangnya unsur “nilai” dan “moralitas”. Sains modern menganggap unsur “nilai” dan “moralitas” sebagai unsur yang tidak relevan untuk memahami ilmu pengetahuan.

    Penting dicatat, bahwa kehadiran kearifan lokal bukanlah wacana baru dalam kehidupan kita sehari-hari. Kearifan lokal sebenarnya hadir bersamaan dengan terbentuknya masyarakat kita, masyarakat Indonesia. Eksistensi kearifian lokal menjadi cermin nyata dari apa yang kita sebut sebagai hukum yang hidup dan tumbuh dalam masyarakat. Sesuai laporan The World Conservation Union (1997), dari sekitar 6.000 kebudayaan di dunia, 4.000-5.000 di antaranya adalah masyarakat adat. Ini berarti, masyarakat adat merupakan 70-80 persen dari semua masyarakat di dunia. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berada di Indonesia yang tersebar berbagai kepulauan.

    Indonesia benar-benar merupakan masyarakat majemuk nomor satu di dunia. Secara topografis berupa Negara kepulauan yang terdiri dari sejumlah pulau-pulau besar dan ribuan pulau kecil, tetapi lebih dari itu berupa komunitas-komunitas manusia dengan ratusan warna lokal dan etnis. Di sinyalir oleh beberapa sumber, jumlah etnis dengan bahasanya yang spesifik lebih dari 300 ribu lebih kelompok. Ini merupakan jumlah yang cukup besar yang tidak boleh dipandang remeh, kendati dalam rangka dominasi ekonomi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern mereka selalu dipinggirkan dan diabaikan. Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Sesuai dengan kalimat tersebut, artinya pancasila merupakan proses pengkristalisasi atau pengerasan dari nilai-nilai luhur dan budaya bangsa Indonesia yang telah ada sebelumnya sepanjang sejarah bangsa yang ada dan nilai-nilai dari kebudayaan kita sendiri.

    Maka keberagaman yang multikultural dan pluralistik yang menampung berbagai perbedaan budaya, etnis, agama, dan ideologi. Karena itu, prinsip bernegara yang kita kenal adalah bhineka tunggal ika, ‘berbeda-beda namun satu’. Sejalan dengan perkembangan zaman, banyak hal mengalami perubahan, termasuk nilai-nilai sosialkultural, persepsi politis ideologis, dan sebagainya. Di sisi lain, warisan kultural dari nenek moyang berupa nilai dan akar tradisi, termasuk kearifan lokal, mengalami pelunturan dan penggerusan.  Bagaimana posisi kearifan lokal di tengah perubahan yang berlangsung secara eksternal dan internal.

    Mengacu pada kondisi Indonesia saat ini, dapat dikatakan ada dua faktor yang memengaruhi perubahan nilai sosialkultural, yakni faktor eksternal dan internal yang (mungkin) bergerak secara simultan. Faktor eksternal, antara lain, dipengaruhi oleh globalisasi, deideologisasi politik di tingkat global, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, neokapitalisme dan neoliberalisme yang makin memacu gaya hidup pragmatis, konsumtif, dan individual. Faktor internal dipengaruhi melunturnya nilai-nilai tradisi dan nilai- nilai lokal (termasuk di dalamnya kearifan lokal) yang mungkin juga terjadi karena faktor eksternal. Karena diasumsikan telah terjadi pelunturan nilai-nilai tradisi, upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk merevitalisasi kearifan lokal di tengah globalisasi dan perubahan nilai sosialkultural sehingga kearifan lokal tetap menjadi identitas bangsa sekaligus memberikan kontribusi dalam membangun Indonesia yang multikultural dan pluralistik sekaligus madani. Revitalisasi kearifan lokal juga diharapkan mampu merespons dan memberikan solusi atas tantangan dan problematika Indonesia kini, seperti bagaimana mengatasi korupsi, kemiskinan, dan perusakan ekosistem alam.

    Kemudian bagaimana sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Keuangan bersikap? Kearifan lokal dapat didefinisikan sebagai suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup; pandangan hidup (way of life) yang mengakomodasi kebijakan () dan kearifan hidup. Itulah cara kita bersikap secara kearifan lokal sebagai upaya penguatan identitas keindonesiaan (Revitalisasi Kearifan Lokal). Hal ini dapat dipahami karena nilai-nilai Pancasila sesungguhnya adalah kristalisasi dari kearifan lokal yang hidup dalam masyarakat berbagai daerah.

    Untuk mengantisipasi perubahan sosialkultural maka pemerintah melakukan kompetensi sosial kultural menjadi bagian dalam Leadership Framework yang dikembangkan dalam program pengembangan kompetensi pegawai. Saat ini, Kementerian Keuangan tengah menggalakkan sosialisasi kompetensi sosial kultural untuk seluruh pegawai Kementerian Keuangan karena salah satu fungsi ASN adalah sebagai perekat bangsa seperti dimuat dalam UU ASN Nomor 5 Tahun 2014. bahwa Inovasi ini berlanjut pada penyempurnaan Assessment Center di Lingkungan Kementerian Keuangan. Pada tahun 2020, Kementerian Keuangan mengikuti Permenpan RB (Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi -red) nomor 38 tahun 2017 mengenai standar kompetensi yang harus dimiliki setiap ASN (Aparatur Sipil Negara -red), yaitu 8 kompetensi manajerial dan 1 kompetensi yang khusus menyoroti sosial kultural,

    sumber : www.djkn.kemenkeu.go.id

    Kurikulum Merdeka IPAS Kelas 4 SD/MI: Kearifan Lokal serta Warisan Budaya dan Cara Melestarikan

    Dalam Kurikulum Merdeka, siswa Kelas 4 SD/MI diharapkan memahami materi IPAS, misal kearifan lokal, warisan budaya dan cara melestarikan.

    Pendidikan

    Kurikulum Merdeka IPAS Kelas 4 SD/MI: Kearifan Lokal serta Warisan Budaya dan Cara Melestarikan

    Hisni Munafarifana

    - Senin, 22 Agustus 2022 | 17:07 WIB

    Salah satu kearifan lokal dan warisan budaya dari materi IPAS kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka

    Batik adalah salah satu budaya Indonesia. Pada mulanya, kegiatan membatik ini merupakan tradisi yang turun-temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu.

    Batik merupakan kearifan lokal dan warisan budaya. Tidak hanya batik saja, masih banyak kearifan lokal dan warisan budaya yang dimiliki. Indonesia pun kaya budaya.

    Dalam Kurikulum Merdeka, siswa kelas 4 SD/MI diharapkan mencapai tujuan pembelajaran berikut:

    1. mendeskripsikan keragaman budaya dan kearifan lokal di daerah masing-masing

    2. mengetahui manfaat dan pelestarian keragaman budaya di Indonesia

    Siswa pun diarahkan untuk bisa menjawab pertanyaan esensial sebagai berikut:

    1. Apa yang dimaksud dengan kearifan lokal?

    2. Bagaimana cara agar warisan budaya tetap lestari?

    3. Apakah manfaat adanya warisan budaya di sekitar siswa?

    Indonesia merupakan negara dengan berbagai suku bangsa yang mendiami kepulauan. Setiap masyarakat memiliki budaya yang berbeda-beda serta kebiasaan masyarakat yang unik.

    Kebiasaan, perilaku, dan nilai-nilai baik yang diwariskan dari nenek moyang yang masih diterapkan di masyarakat dapat disebut kearifan lokal.

    Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat untuk melindungi dan mengolah lingkungan hidup secara lestari.

    Dapat berbentuk ritual atau upacara adat, kepercayaan, pengelolaan sumber daya alam, cara menanam, dan lain sebagainya. Bisa juga berupa hukum adat yang disepakati bersama.

    Sebelum mengenal warisan kebiasaan budaya di Indonesia, sebaiknya siswa mengenal dahulu kebiasaan masyarakat di lingkungan terdekat. Coba tanyakan kepada teman  dan guru kebiasaan yang dilakukan di keluarganya secara turun-temurun.

    Halaman: 1 2 3 4 Selanjutnya

    Editor: Hisni Munafarifana

    Tags

    kearifan lokal

    warisan budaya

    IPAS

    Kelas 4 SD MI

    kurikulum merdeka

    Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial

    cara melestarikan

    Penghabisan sisa gudang, Veneer - diskon gila 90%!

    Veneer ini 300 kali lebih baik dari gigi palsu!

    Penghabisan sisa gudang, Veneer - diskon gila 90%!

    Veneer ini 300 kali lebih baik dari gigi palsu!

    Penghabisan sisa gudang, Veneer - diskon gila 90%!

    Veneer ini 300 kali lebih baik dari gigi palsu!

    Artikel Terkait

    Kurikulum Merdeka Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 SD/MI: Mukjizat dan Perilaku Nabi serta Rasul

    Kurikulum Merdeka Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 SD/MI: Rukun Islam dan Kalimat Syahadat

    Kurikulum Merdeka Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 SD/MI: Bacaan Basmalah dan Hamdalah

    Kurikulum Merdeka Agama Islam Kelas 1 SD/MI: Rukun Iman, Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya

    Kurikulum Merdeka Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 SD/MI: Huruf Hijaiyah, Harakat, dan Surat Al Fatihah

    Kurikulum Merdeka IPAS Kelas 4 SD/MI: Keanekaragaman Budaya dan Alasan Indonesia Jadi Salah Satu yang Memiliki

    Artikel Rekomendasi

    Sue Ellen Is No Longer Recognized!

    Limelight Media Limelight Media

    Woman From Istanbul Lost 52 Lbs In 28 Days Using 1 Simple Trick

    Keto Keto

    Discover The Hidden Truth About Political Family Members

    Limelight Media Limelight Media

    sumber : www.harianhaluan.com

    Keunikan Kebiasaan Masyarakat di Sekitarku

    Home » IPAS , Kelas IV » Keunikan Kebiasaan Masyarakat di Sekitarku

    Keunikan Kebiasaan Masyarakat di Sekitarku

    Posted By Nanang Ajim | Posted On 1:18 PM | With No Comments

    Pada pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar Bab 6 Topik A: Keunikan Kebiasaan Masyarakat di Sekitarku akan mempelajari tentang kearifan lokal. Tujuan pembelajaran kali ini adalah mendeskripsikan keragaman budaya dan kearifan lokal di daerahnya masing-masing. Serta mengetahui manfaat dan pelestarian keragaman budaya di Indonesia

    Indonesia merupakan negara dengan berbagai suku bangsa yang mendiami kepulauan. Setiap masyarakat memiliki budaya yang berbeda-beda serta kebiasaan masyarakat yang unik. Kebiasaan, perilaku, dan nilai-nilai baik yang diwariskan dari nenek moyang yang masih diterapkan di masyarakat dapat disebut kearifan lokal.

    Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat untuk melindungi dan mengolah lingkungan hidup secara lestari. Dapat berbentuk ritual atau upacara adat, kepercayaan, pengelolaan sumber daya alam, cara menanam, dan lain sebagainya. Bisa juga berupa hukum adat yang disepakati bersama.

    Menurut UU No.32/2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat antara lain melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari. Kearifan lokallahir dari pemikiran dan nilai yang diyakini suatu masyarakat terhadap alam dan lingkungannya. Di dalam kearifan lokal terkandung nilai-nilai, norma norma, sistem kepercayaan, dan ide-ide masyarakat setempat. Oleh karena itu, di setiap daerah memiliki kearifan lokal yang berbeda-beda.

    Meskipun bernilai lokal tetapi nilai yang terkandung di dalamnya dianggap sangat universal. Adapun ciri-ciri kearifan lokal yaitu:

    Memiliki kemampuan mengendalikan;

    Mampu bertahan dari pengaruh budaya luar;

    Mengakomodasi budaya luar;

    Memberi arah perkembangan budaya;

    Mengintegrasi atau menyatukan budaya luar dan budaya asli.

    Kearifan lokal berkaitan erat dengan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan. Masyarakat memiliki sudut pandang tersendiri terhadap alam dan lingkungannya dan mengembangkan cara-cara tersendiri untuk memelihara keseimbangan alam serta lingkungan guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Fungsi dan manfaat kearifan lokal adalah:

    Pengembangan iptek;

    Pelestarian dan konservasi sumber daya alam;

    Pengembangan sumber daya manusia;

    Sebagai petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan;

    Bermakna sosial

    Bermakna etika dan moral;

    Sebagai pengetahuan budaya.

    Contoh kearifan lokal dalam bidang pemanfaatan sumber daya alam adalah Sasi Laut di Maluku. Sasi merupakan sebuah larangan untuk mengambil hasil alam tertentu. Larangan ini sebagai upaya pelestarian demi menjaga mutu dan populasi sumber daya alam tersebut. Saat ini, Sasi lebih bersifat hukum adat dibandingkan tradisi. Sasi digunakan sebagai cara mengambil kebijakan dalam pengambilan hasil laut dan hasil pertanian. Kebijakannya berupa penentuan masa jeda, yaitu masa dimana warga tidak boleh mengambil sumber daya dari laut dalam waktu tertentu dan di tempat yang telah ditentukan. Dengan adanya Sasi, warga pun lebih bijak dalam mengambil hasil laut, serta ekosistem laut pun tetap terjaga. Inilah salah satu kearifan lokal yang memiliki nilai etika dan moral terhadap alam.

    Seiring berjalannya waktu, globalisasi, serta masuknya teknologi, maka kearifan lokal menghadapi tantangan-tantangan yang mengancam keberadaan dan kelestariannya. Berikut adalah cara menjaga kelestarian budaya, yaitu:

    Menggunakan bahasa daerah di rumah sesuai dengan asal daerah.

    Mempromosikan kekayaan budaya.

    Mengikuti kegiatan kebudayaan di lingkungan sekitar.

    Menggunakan produk lokal yang bermanfaat bagi masyarakat

    Mari Mencari Tahu

    Sebelum kalian mengenal warisan kebiasaan budaya di Indonesia, sebaiknya kita mengenal dahulu kebiasaan masyarakat di lingkungan terdekat kalian. Coba tanya kepada teman dan guru kalian kebiasaan yang dilakukan di keluarganya secara turun temurun. Lihatlah contoh pada tabel berikut lalu salin di buku kalian!

    Nama Peran Kebiasaan Lingkungan Keluarga yang Dilakukan Secara Turun-menurun Manfaat Paraf

    Rani Guru Minum jamu kunyit asam setiap pagi Agar badan tetap sehat

    Adi Teman Berbicara bahasa Jawa di rumah Agar bahasa daerah lestari

    Agus Teman Memasak makanan khas di hari raya Agar makanan tradisional tetap lestari

    Lani Teman Bersilaturahmi saat hari raya Agar persaudaraan tetap terjaga

    Udin Teman Tradisi mitoni Agar janin dan ibunya memperoleh keselamatan

    Wawan Teman Upacara perkawinan Agar upacara tradisional tidak hilang

    Lakukan Bersam

    Mari mencari tahu keberagaman kearifan lokal atau kebiasaan  warisan turun temurun di daerah kalian. Berikut adalah tahapannya.

    1. Buatlah kelompok sesuai dengan arahan guru kalian.

    2. Masing-masing kelompok akan mencari tahu kearifan lokal yang ada di lingkungan terdekat kalian.

    3. Buatlah kesepakatan dalam kelompok kalian mengenai tugas masing-masing anggota kelompok.

    sumber : www.mikirbae.com

    Apakah Anda ingin melihat jawaban atau lebih?
    Muhammad 26 day ago
    4

    Guys, ada yang tau jawabannya?

    Klik untuk menjawab