jika Anda ingin menghapus artikel dari situs, hubungi kami dari atas.

    ruang lingkup pendidikan umum hendaknya mencakup enam bidang makna. kemampuan berbahasa dan berhitung merupakan

    Muhammad

    Guys, ada yang tau jawabannya?

    dapatkan ruang lingkup pendidikan umum hendaknya mencakup enam bidang makna. kemampuan berbahasa dan berhitung merupakan dari situs web ini.

    Konsep Pendidikan Umum

    Konsep, Ruang Lingkup, dan Sasaran Pendidikan Umum : Sikun Pribadi (1981 menyebutkan bahwa Pendidikan Umum mempunyai tujuan; (a) membiasakan siswa ...

    Konsep Pendidikan Umum

    Posted on 8 November 2008 by AKHMAD SUDRAJAT

    Konsep, Ruang Lingkup, dan Sasaran Pendidikan Umum A. Konsep Pendidikan Umum

    Menurut SK Dirjen Dikti No. 32/DJ/Kep/1983 disebutkan bahwa komponen dasar umum dalam hal ini komponen mata kuliah dasar umum (pendidikan umum) diarahkan untuk melengkapi pembentukan kepribadian bidang dengan pengembangan kehidupan pribadi yang memuaskan, keanggotan keluarga yang bahagia, dan kewargaan masyarakat yang produktif serta kewargaan Negara yang bertanggung jawab.

    Dalam buku pedoman SPTK (Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan) dikatakan bahwa komponen dasar umum diarahkan kepada pembentukan warga Negara pada umumnya, dengan kompetensi, kompetensi personal, sosial serta kultural, yang seyogyanya merupakan ciri khas bagi warga negara yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Dalam SK Mendiknas No.008-E/U/1975 disebutkan bahwa Pendidikan Umum ialah pendidikan yang bersifat umum, yang wajib diikuti oleh semua siswa dan mencakup program Pendidikan Moral Pancasila yang berfungsi bagi pembinaan warga negara yang baik.

    Sikun Pribadi (1981: 11) Pendidikan Umum itu mempunyai tujuan; (a) membiasakan siswa berpikir obyektif, kritis, dan terbuka, (b) memberikan pandangan tentang berbagai jenis nilai hidup, seperti kebenaran, keindahan, kebaikan; (c) menjadi manusia yang sadar akan dirinya, sebagai makhluk, sebagai manusia, dan sebagai pria dan wanita, dan sebagai warga negara; (d) mampu menghadapi tugasnya, bukan saja karena menguasai bidang profesinya, tetapi karena mampu mengadakan bimbingan dan hubungan sosial yang baik dalam lingkungannya. Philiph H. Phenix mengatakan bahwa “General Education Should Develop in Evergone” , bahwa Pendidikan Umum wajib dikembangkan pada diri tiap orang, dan pendidikan umum berarti umum untuk tiap orang. Selanjutnya “General Education is the Pracis of Engendering Esential Meaning”, bahwa Pendidikan Umum merupakan proses membina makna-makna yang esensial karena hakekat manusia adalah mahluk yang memiliki kemampuan untuk mempelajari dan menghayati makna yang esensial. Makna yang esensial sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Kemudian “to lead to fulfillment of human live through the enlangement and deeping of meaning”, jadi membimbing pemenuhan kehidupan manusia melalui perluasan dan pendalaman makna yang menjamin kehidupan, pendidikan yang bermakna kehidupan manusiawi. Selanjutnya “ a complete person should be skilled in setu of Speach Symbol and gesture, factually well in formed, capable of treating and apprecinting object of esthetic significance, endowed with rith and dissipeined life in relation to self and athers, able to make wise decition an to judge batween right and wrong, and possessed of an integral out look”. Dengan demikian pendidikan umum membina pribadi yang utuh, terampil berbicara, menggunakan lambang dan isyarat yang secara factual di informasikan dengan baik, mampu berkreasi dan menghargai hal-hal yang secara meyakinkan estetika, ditunjang oleh kehidupan yang berharga dan penuh disiplin dalam hubungan pribadi dan pihak lain memiliki kemampuan membuat keputusan yang bijaksana dan memiliki yang benar dari yang salah, serta memiliki wawasan yang integral (memiliki kemampuan dan wawasan luas tentang kehidupan). Selanjutnya “Six Fundamental Pattern of Meaning” :

    Symbolics (languade, mathematics, ritual, gestures).

    Empirics (Science of physical world, of living thing of man).

    Esthetics (arts, music, literaturs)

    Symatics (personal knowledge relational in sight, direct awarness, feeling)

    Ethics (moral meaning to responsibility professional action, personal conduct an responsibility in decision marking).

    Synoptics ( comprehensive integrative meaning to history, relagion philosophy).

    Makna-makna Program Pendidikan Umum berkaitan dengan pola-pola (patern) pada materi pokok instruksionalnya, pola-pola yang dimaksud adalah sebagai berikut :

    1. Pola simbolik

    Dengan pola ini siswa dimbimbing untuk nantinya dapat memiliki kemampuan dalam berbahasa, membaca angka-angka, mengenal tanda-tanda hitung dan dapat menggunakan simbol-simbol untuk mengekspresikan makna-makna yang terstruktur. Pola ini dapat dicapai dengan menganjarkan pelajaran bahasa dan matematika.

    2. Pola empirik

    Dengan pola ini siswa dibimbing untuk nantinya dapat memiliki kemampuan dalam mendiskripsikan fakta-fakta empiris, membuat generalisasi atau formulasi teoritis tentang gejala – gejala alam, sosial dan jiwa manusia. Pola ini dapat dipenuhi dengan mengajarkan fisika, ilmu hayat atau biologi, psikologi dan juga ilmu-ilmu sosial.

    3. Pola Estetik

    Dengan pola estetik ini siswa dibimbing untuk nantinya memiliki kemampuan berapresiasi dan berkreasi. Dengan demikian siswa mampu mengapresiasi berbagai objek visual yang mengandung nilai-nilai estetik dalam lingkungan kehidupannya, serta mampu berkreasi dengan memenuhi syarat-syarat estetika yang telah didalaminya. Untuk dapat mencapai tujuan dengan diterapkannya pola ini kepada siswa diajarkan tentang pengajaran seni (musik, drama, lukis, dan visual), kesusastraan dan juga filsafat.

    4. Pola Synoetik

    Dengan melalui pola ini siswa dibimbing untuk nantinya dapat memiliki kemampuan memandang dan menyadari keberadaan nilai-nilai secara langsung dalam arti dapat merasakan dan menyadarinya bahwa keberadaan dirinya diberi arti oleh keberadaan orang lain dilingkungannya, sehingga anak mampu menghayati tentang keberadaan hidup bersama dalam masyarakat. Pola ini dapat dipenuhi dengan mengajarkan filsafat, kesenian, pendidikan agama, dan ilmu sosial.

    sumber : akhmadsudrajat.wordpress.com

    Pendidikan Umum (General Education): General Education

    1. Pengertian General Education General Education merupakan pengembangan daya kemampuan mnnusia, pendidikan komprehensif untuk menin...

    Pendidikan Umum (General Education)

    Pendidikan Umum (General Education) Kamis, 11 April 2013

    General Education

    merupakan pengembangan daya kemampuan mnnusia, pendidikan komprehensif untuk meningkatkan kemampuan intelektual-rasional (kognitif ), emosional yang penuh kesadaran (afektif) dan keterampilan dalam arti yang seluas-luasnya (kognitif -afektif dan psikomotor) dan berlaku untuk semua orang secara umum.  Pendidikan Umum yaitu pendidikan yang komprehensif, yaitu mendidik kepala, hati dan tangan (sasaran yang disentuh : rasio, rasa dan tingkah laku).“Manusia yang memiliki kemampuan dalam menggunakan kata-kata, simbol, isyarat, dapat menerima informasi  faktual, dapat melakukan dan mengapresiasi objek-objek seni, memiliki kemampuan dan disiplin hidup dalam hubungan dengan dirinya maupun orang lain, cakap dalam mengambil keputusan yang bijaksana, dapat mempertimbangkan antara yang benar dan yang salah serta memiliki pandangan yang integral.”2.  Latar belakang  lahirnya General EducationReaksi terhadap kecenderungan masyarakat modern yang  mendewakan produk teknologi dan cenderung mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.Akibat dari produk Sistem Pendidikan Modern yang sekuleryaitu: pendidikan yang mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal nyaris terabaikan.Menurut Philip H. Phenix  pendidikan umum hendaknya mencakup enam bidang makna, yaitu:1.Makna Symbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung.

    2.Makna Empirics, yaitu kemampuan untuk memaknai benda-benda.

    3.Makna Esthetics, yaitu kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam.

    4.Makna Ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk.

    5.Makna synoetics, yaitu kemampuan berpikir logis dan rasional sehingga dapat memaknai benar dan salah.

    6.Makna Synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat. 

            3. Konsep pendidikan umum di Indonesia berangkat dari UU no 20 tahun 2003                        tentangsistem pendidikan nasional, kurikulum pendidikan nasional. Berdasarkan dari tujuan pendidikan nasional, kurikulum pendidikan nasional Indonesia selalu memuat nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan secara terintergrasi.General education atau pendidikan umum yang ada di amerika telah dikolaborasi oleh para ahli pendidikan di indonesia menjadi studi/mata kuliah yang dulu disebut mkdu. Mkdu di bagi menjadi dua kelompok yaitu :a.  Mpk (mata kuliah pengembangan kepribadian yang meliputi : pendidikan pancasila, pendidikan agama dan pendidikan kewiraan nasional)b.  Mbb (mata kuliah berkehidupan bermasyarakat yang meliputi mata kuliah isd, ibd dan iad) dan ibd dan isd melebur menjadi mata kuliah isbd.      4.   Hubungan ISBD dan General EducationDiharapkan Mahasiswa tidak hanya belajar pendidikan secara umum tetapi juga dengan belajar Isbd menjadikan mahasiswa yang baik dan sejalan dengan norma dan nilai-nilai kemanusiaan.  

    Diposting oleh Nida.Fauziah di 07.40

    Kirimkan Ini lewat Email

    BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook

    Bagikan ke Pinterest

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Beranda

    Langganan: Posting Komentar (Atom)

    Arsip Blog

    ▼  2013 (1) ▼  April (1) General Education

    Mengenai Saya

    Nida.Fauziah

    Nama saya Nida.Fauziah,saya Lahir di Garut,pada tanggal 15 Mei 1994.anak ke-1 dari 3 bersaudara,saya lulusan SDN.Cintarasa 1,SMPN 1 Samarang,SMKN 1 Garut dan sya sedang menyelesaikan program kuliah D3 saya di AMIK GARUT. Hobby saya senam,menyanyi,Dance,membaca buku/novel dan yang pasti beribadah pada allah swt(wajib!!!).:)

    Lihat profil lengkapku

    sumber : nidafauziah-pendidikanumum.blogspot.com

    BLOG YUNI PRIAWAN (IA PEND. MATEMATIK

    Pengertian Pendidikan Umum (General Education) Beberapa pengertian tentang Pendidikan Umum: 1. Pendidikan yang berkenaan dengan perkembang...

    BLOG YUNI PRIAWAN (IA PEND. MATEMATIK-STKIP GARUT)

    blog ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) yang di ampu oleh : Ana Maulana, M.pd.

    JUMAT, 07 MEI 2010

    KONSEP PENDIDIKAN UMUM (GENERAL EDUCATION)

    Pengertian Pendidikan Umum (General Education)

    Beberapa pengertian tentang Pendidikan Umum:

    1. Pendidikan yang berkenaan dengan perkembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan hidupnya.

    2. Program pendidikan yang membina dan mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa dan mahasiswa.

    3. Program pendidikan bagi semua orang dan menitikberatkan kepada internalisasi nilai pada diri seseorang agar memiliki rasa tanggung jawab terdahap diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan warga dunia agar senantiasa berpikir kritis; konstruktif; ilmiah; menghormati gagasan orang lain; emosi stabil , dengan dilandasi prinsip-prinsip etika dan moral. (Sudirman, 2008: http://dedencorner.blogspot.com/)

    4. Dalam SK Mendiknas No.008-E/U/1975 disebutkan bahwa Pendidikan Umum ialah pendidikan yang bersifat umum, yang wajib diikuti oleh semua siswa dan mencakup program Pendidikan Moral Pancasila yang berfungsi bagi pembinaan warga negara yang baik.

    Dari beberapa pengertian tentang pendidikan umum di atas, ditarik kesimpulan bahwa Pendidikan Umum merupakan program pendidikan yang mengembangkan keseluruhan kepribadian siswa dan mahasiswa agar setiap dalam berpikir ilmiah dan mengelola emosi dilandasi etika dan moral yang berfungsi membina siswa dan mahasiswa menjadi warga Negara yang baik.

    Latar Belakang Pendidikan Umum (General Education)

    Pendidikan umum muncul sebagai reaksi terhadap kecenderungan masyarakat modern yang mendewakan produk teknologi dan cenderung mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai akibat dari produk sistem pendidikan modern yang sekular, yaitu pendidikan yang mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal nyaris terabaikan.

    Laporan lima puluh tahunan dari Nation Society for the study of education tahun 1958, program studi general education di Amerika, dilatarbelakangi oleh empat hal, yaitu :

    1. Sebagai reaksi masyarakat terhadap spesialisasi keilmuan yang berlebihan, dimana para spesialis telah mendewakan hasil-hasil temuannya yang menakjubkan, sementara mereka lupa pada nilai-nilai esensial kemanusiaannya.

    2. Sebagai reaksi terhadap kepincangan penguasaan minat-minat khusus dengan perolehan peradaban yang lebih luas

    3. Sebagai reaksi terhadap pengkotak-kotakan kurikulum dan pecahnya pengalaman belajar siswa

    4. Sebagai reaksi terhadap formalism dalam pendidikan liberal

    Abad 20 di Amerika dan Eropa, hasil analisis mereka menyimpulkan bahwa sistem pendidikan modern telah menghasilkan para saintis dan teknokrat yang handal tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas kepribadian yang matang.

    Tujuan Pendidikan Umum

    Arah atau tujuan program Pendidikan Umum ialah menyiapkan latarbelakang akademik atau prior-knowledge yang kaya mengenai kegiatan-kegiatan manusia dan mengenai pengetahuan secara terorganisir. Untuk itu, sejumlah lembaga pendidikan guru diarahkan kepada materi pelajaran yang terpadu, baik materi pelajaran yang ada di Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial; Ilmu Pengetahuan Alam; Ilmu Fisika; Sastra; Humaniora – maupun materi pelajaran yang ada di Fakultas Pendidikan itu sendiri.

    Prinsip dasar program Pendidikan Umum ialah diarahkan kepada penguasaan pengetahuan dan keahlian, meningkatkan rasa tanggung jawab sosial, mengetahui beberapa wilayah pengetahuan lain, adanya relasi antara satu wilayah pengetahuan dengan pengetahuan lainnya, dan yang penting ialah kualitas pemahaman seseorang terhadap suatu wilayah pengetahuan atau adanya suatu keterpaduan makna atau meaningful unity dalam struktur kurikulum.

    Menurut Philip H. Phenix dalam bukunya yang berjudul Realms of Meaning, ruang lingkup pendidikan umum hendaknya mencakup enam bidang makna, yaitu:

    1.Makna Symbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung.

    2.Makna Empirics, yaitu kemampuan untuk memaknai benda-benda.

    3.Makna Esthetics, yaitu kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam.

    4.Makna Ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk.

    5.Makna synoetics, yaitu kemampuan berpikir logis dan rasional sehingga dapat memaknai benar dan salah.

    6.Makna Synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat.

    Paul Dressel dan Margareth F.Lorimer dalam Chester W. Harris (Encyclopedia for Educational Research) menyatakan bahwa program pendidikan umum terdiri dari :

    1.Communication: terdiri atas bahasa; menulis, membaca, bercakap-cakap dan mendengar.

    2.Social science: terdiri atas; sosiologi, ilmu politik, ekonomi,antrapologi, geografi , dan sejarah.

    3.Science and Mathematics: terdiri atas; fisika, biologi, kimia dan matematika.

    4.Humanities terdiri atas; sejarah, filsafat, agama, musik, melukis, tarian, arsitektur.

    5.Personal adjustment: terdiri atas; sosiologi, phisiologi, psikologi dan filsafat.

    Dengan demikian, ruang lingkup Konsep Pendidikan Umum ialah mencerminkan tujuan pendidikan itu sendiri yang dijadikan landasan filosofis.

    Konsep Pendidikan Umum di Indonesia

    Konsep pendidikan umum di Indonesia berangkat dari UU no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Berdasarkan dari tujuan pendidikan nasional, kurikulum pendidikan nasional Indonesia selalu memuat nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan secara terintegrasi. Untuk ditingkat perguruan tinggi di sebut mata kuliah dasar umum (MKDU) yaitu sekelompok mata kuliah yang memberikan landasan dalam pengembangan dunia spesialisnya masing-masing. MKDU dirubah menjadi MPK dan MBB. Kedua kelompok bidang studi ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran mahasiswa perguruan tinggi Indonesia dalam pencapaian tujuan utama pendidikan nasional, yaitu membentuk kepribadian utuh melalui proses pembelajaran secara terintegrasi dengan menggunakan pendekatan multi atau interdisipliner.

    sumber : yunipr91.blogspot.com

    Apakah Anda ingin melihat jawaban atau lebih?
    Muhammad 16 day ago
    4

    Guys, ada yang tau jawabannya?

    Klik untuk menjawab